Monday

Kisah Islamnya Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu

Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu dan Sayyidina 'Ammar
Radhiyallahu 'anhu memeluk Islam dalam waktu yang sama. Pada waktu itu,
Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di rumah Sayyidina
Arqam Radhiyallahu 'anhu. Kedua orang ini berangkat dari tempat yang
berbeda untuk menemui Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Secara
kebetulan mereka berdua bertemu di depan pintu rumah Sayyidina Arqam
Radhiyallahu 'anhu. Keduanya saling menanyakan maksud kedatangan
masing-masing. Ternyata maksud kedatangan mereka berdua sama, yakni
untuk memeluk Islam dan berusaha mengambil keberkahan dari Baginda Nabi
Shallallahu 'alaihi wasallam.
Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhupun masuk Islam. Setelah ia masuk
Islam, ia juga mengalami penderitaan seperti Kaum Muslimin yang jumlahnya
masih sangat sedikit dan lemah. la disakiti dengan berbagai macam cara.
Akhirnya, karena tidak tahan menanggung penderitaan itu, ia berniat untuk
hijrah. Namun, Kaum Kafir Quraisy sangat tidak suka bila orang-orang Islam
pergi ke tempat lain dan hidup dengan tenang. Apabila orang-orang kafir itu
mendengar ada orang Islam yang akan berhijrah, mereka akan berusaha
menghalang-halanginya. Orang-orang kafir Quraisy pun mengirim
serombongan orang untuk mengejar dan menangkap Sayyidina Shuhaib
Radhiyallahu 'anhu. Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu membawa satu
wadahyangpenuh dengan anak panah. la berseru kepada Kaum Kafir Quraisy,
"Dengarkanlah! Kalian tahu aku pemanah yang paling mahir di antara kalian.
Selama masih tersisa satu anak panah padaku, kalian tidak dapat
mendekatiku. Jika anak-anak panah ini habis, akan kugunakan pedangku untuk
melawan kalian, sehingga pedang ini terlepas dari tanganku. Setelah itu,
berbuatlah semampumu. Tetapi, jika kalian mau, sebagai ganti nyawaku,
kalian akan kuberitahu tempat hartaku di Makkah, dan akan aku berikan
kepada kalian kedua budak perempuanku. Ambillah semuanya." Kaum Kafir
menyetujui usultersebut. Sayyidina ShuhaibRadhiyallahu 'anhu menyerahkan
hartanya, kemudian melepaskan diri. Terhadap kejadian ini, maka turunlah
ayat Al-Qur'an:
1Pertemuan yang dimaksud adalah pertemuan dengan Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
dan para shahabat Radhiyallahu 'anhum dialam akhirat (Penerjemah)

Ketabahan (lenghadapi Kesusahan dan Cobaan derai Agama 19

"Dan di antara manusia ada yang menjual dirinya demi mencari ridha Allah.
Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya." (Q.S. Al-Baqarah:
207)
Ketika itu, Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di Quba.
Saat melihat kedatangan Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu, beliau
bersabda, "Sangatberuntung perniagaanmu,wahai Shuhaib."
Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu bercerita, "Suatu ketika, Baginda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang memakan kurma, dan aku
menyertai beliau makan. Ketika itu, salah satu mataku sedang sakit, lalu
Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Hai Shuhaib, matamu
sakit, tetapi kamu memakan kurma?' Aku menjawab, *Ya Rasulullah, aku
makan dengan sebelah mataku yang sehat ini.' Baginda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wasallam tertawa mendengar jawabanku."
Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu banyak membelanjakan harta di
jalan Allah Subhaanahu wata'ala, sehingga Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu
pernah berkata kepadanya, "Engkau telah berlebih-lebihan, wahai Shuhaib!"
Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu menjawab, "Aku tidak menggunakannya
untuk hal yang sia-sia." Ketika Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu hampir
wafat, ia berwasiat agar Sayyidina Shuhaib Radhiyallahu 'anhu mengimami
shalat jenazahnya. (dari Kitab Usudul Ghabah)